Etos kerja orang Madura yang dikenal ulet ternyata banyak tercermin dan termotivasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam peribahasa-peribahasa yang hidup secara turun temurun dari leluhurnya.
Prof Mien A Rifai dari Badan Pertimbangan Bahasa Depdiknas dalam seminar nasional tentang Bahasa Madura yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Surabaya, Selasa mengemukakan, ada sekitar 2.000 peribahasa Madura yang menunjukkan etos kerja penuturnya. "Peribahasa itu dalam Bahasa Madura istilahnya bermacam-macam, seperti `parebasa`, `saloka`, `paparegan`, `paleggiran`, `pasemmon` atau `baburugan`," katanya.
Ia menjelaskan, selain sebagai pengukuh pranata kebudayaan, peribahasa Madura ternyata mampu menyuguhkan citra pembawaan, sifat, perilaku, etos kerja serta penampilan manusia Madura. Mien mencontohkan peribahasa seperti "Oreng Madura ta` tako` mateh, tapeh tako` kalaparan` yang artinya orang Madura tidak takut mati, tapi takut kelaparan. Peribahasa itu menunjukkan kepasrahan orang Madura terhadap kematian karena hal itu merupakan hak prerogatif Allah.
"Pada sisi lain menunjukkan orang Madura justru lebih takut lapar karena kelaparan itu ditimbulkan oleh ulah dirinya sendiri yang tidak rajin dan tidak bekerja keras sehingga membuat malu. Karenanya mereka kemudian bekerja apa saja dan seberat apapun asalkan tidak melanggar agama," katanya. Dengan kata lain, orang Madura tidak akan menganggap pekerjaan sebagai sesuatu yang berat, kurang menguntungkan atau hina selama kegiatannya bukan tergolong maksiat sehingga hasil akhirnya adalah halal.
Karena itu, katanya, orang Madura tidak akan sungkan menyingsingkan lengan baju untuk mendatangi atau menerima suatu pekerjaan yang hal itu tercermin dalam peribahasa "temon nangtang lalab" (ketimun menantang untuk dibuat lalap). Namun demikian, tidak semua orang Madura "mara perreng taleh" (seperti bambu tali) yang menunjukkan keluwesan menerima pekerjaan apapun dan seberat apapun. Ada juga orang Madura yang "alos tanggung" (halus tanggung).
"Orang yang `alos tanggung` itu kelihatannya merupakan pekerja halus, tetapi ternyata tidak bisa menangani pekerjaan, baik yang halus apalagi yang kasar. Ada lagi yang diibaratkan `kerbuy koros menta esae` (kerbau kurus minta ikut membajak). Artinya orang minta tambahan tanggung jawab atau jabatan padahal tidak punya kemampuan," katanya.Etos lain yang ditampilkan orang Madura dalam "nyare kasap" (mencari penghasilan) dengan cara "kar-ngarkar nyolpe`" (mengais-ngais seperti ayam kemudian dimakan).
Peribahasa itu menunjukkan kegigihan orang Madura dalam melakukan pekerjaan yang kelihatannya sepele tapi di kemudian hari bisa meraup keuntungan besar. Selain itu, katanya, orang Madura memang dinasehati untuk tidak menghindari pekerjaan yang susah agar tidak kedatangan beban yang lebih berat lagi atau peribahasanya "ja` senggaih malarat sakone` nyopre ta` kadhatengan kasossa`an se rajah".
"Peribahasa lain menyebutkan, `oreng se nampek ka lalakon dhammang bakal nampane pakon berra` artinya orang yang menolak pekerjaan ringan akan menerima tugas berat. Atau ada lagi untuk nelayan, yakni `abantal ombak` asapo` angin` atau berbantal ombak berselimut angin," katanya. Pada kesempatan itu, Mien mengungkapkan penyesalannya karena dalam beberapa dasawarsa terakhir peribahasa Madura hampir tidak diajarkan lagi di sekolah karena pelajaran Bahasa Madura juga ditelantarkan.
"Padahal dari kajian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dari kearifan lokal itu berpengaruh besar dalam meningkatkan kepositifan dan mengurangi kenegatifan citra stereotip orang Madura,". Oleh karena itu, pelajaran Bahasa Madura perlu segera dibenahi untuk mengembalikan penguasaan nilai kearifan warisan budaya yang sudah sangat tererosi oleh gejolak globalisasi.
tak peduli apapun pribahasa yang dipakai suatu suku bangsa. etos kerja yang sesungguhnya adalah etos kerja yang berasal dari dalam diri masyarakat itu masing-masing sehingga untuk dapat merubah suatu nasib dalam kehidupan kita adalah dengan kesadaran kita sendiri untuk menjadi lebih baik dan lebih berguna bagi diri kita serta orang-orang disekitar kita.
http://sohadi.blogspot.com/2005/11/pribahasa-madura-etos-kerja.html
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment