Etos dan Budaya Kerja pada Perusahaan Sony, National dan Panasonic

Akio Morita, pendiri Sony yang melegenda karena Walkman-nya, mendirikan dan mengembangkan perusahaannya justru di saat krisis, tak lama setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II tahun 1945. Ia berhasil mengorbitkan Sony dari sebuah tempat perbaikan radio kecil yang hancur oleh bom atom, menjadi sebuah perusahaan raksasa elektronik yang bernilai US$ 50 miliar.

Sukses Sony didukung para karyawan perintis yang memiliki loyalitas tinggi pada perusahaan yang masih dalam tahap perintisan dan di tengah situasi serba sulit. Karyawan tersebut adalah tujuh orang teknisi yang memiliki idealisme, bahkan siap untuk tidak mendapat gaji.

Ada kisah lain. Ketika terjadi depresi ekonomi global 1929, perusahaan besar maupun kecil mengalami kebangkrutan. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana. Akibatnya, jutaan orang menjadi penganggur, bahkan banyak kasus kelaparan. Saat itu, sebuah perusahaan Jepang yang memroduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic, baru saja merampungkan pabrik dengan dana pinjaman dari sebuah bank. Konosuke Matsushita, sang pemimpin puncak perusahaan, sedang didera sakit, sedangkan perekonomian dunia terus memburuk.

Demi mempertahankan kelangsungan perusahaan, para karyawan Matsushita rela dihapuskan hari liburnya. Mereka bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang. Dengan demikian, PHK tidak terjadi di perusahaan tersebut.

Saat ini, dunia kembali dilanda resesi ekonomi. Krisis finansial yang bermula di Amerika Serikat, dampaknya telah dirasakan oleh berbagai negara, baik di Eropa maupun Asia. Beberapa perusahaan di Indonesia pun turut merasakan akibat krisis global. Dunia bisnis tampaknya memang tak bisa mengelak dari problematika tersebut.

Kisah dua perusahaan Jepang tadi menunjukkan contoh bagaimana bangsa Jepang bangkit dari kehancuran yang dahsyat. Krisis bukan hanya dapat dilalui, melainkan membuat perusahaan mereka menjadi besar dan hebat. Dalam keadaan sulit, mereka justru meningkatkan semangat kerja, disiplin, dan kerja keras.

Bangsa Jepang memang dikenal sangat berdisiplin. Mereka menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai jadwal, sehingga tidak menimbulkan kerugian. Selain disiplin, etos kerja mereka sangat tinggi, hingga mampu bekerja dalam waktu yang panjang, tidak mudah bosan, dan tidak cepat putus asa. Pekerja Jepang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan, sehingga seorang pekerja rata-rata dapat mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh lima orang. Semangat itu merupakan cermin dari nilai-nilai Bushido yang diwariskan para Samurai.

Badai krisis di sepanjang sejarah banyak membuat perusahaan berguguran. Namun, sesungguhnya krisis juga menyimpan potensi peluang untuk bangkit. Dua kisah tadi menunjukkan bahwa dengan nilai-nilai spiritualitas: disiplin, semangat pantang menyerah, dan kerja keras, perusahaan justru bisa tumbuh dan berkembang.

sehingga dapat dikatakan bahwa budaya dan etos kerja pada setiap perusahaan adalah sama. hal ini dapat terlihat dari tujuan masing-masing perusahaan yaitu dapat menjadi perusahaan yang kuat dan hebat dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan di hadapi oleh perusahaan tersebut, baik kemungkinan berhasil ataupun kemungkinan yang akan membuat perusahaan itu hancur. Namun dengan memiliki karyawan yang memiliki dan memegang teguh nilai-nilai spritualitas tersebut, perusahaan tidak perlu khawatir dengan kondisi apapun karna karyawan seperti itu lah yang amat sangat diperlukan oleh setiap perusahaan tinggal bagaimana perusahaan mencari dan memelihara aset berharga tersebut.

http://esqmagazine.com/2009/04/09/125/disiplin-dan-etos-kerja-di-saat-krisis.html

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

1 comment:

Blogger said...

SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<






SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<

Post a Comment